Presiden Mahasiswa UMN Al-Washliyah, Tahad Erwin Silaen, menyampaikan bahwa dirinya mengalami tindakan fisik saat berada di barisan depan massa.
“Saya dipukul di bagian pelipis mata sebelah kiri dan sempat ditarik untuk diborgol. Kejadiannya di jalan raya saat kami menyampaikan aspirasi,” ujar Tahad.
Ia mengaku kondisi fisiknya melemah pasca-insiden tersebut.
“Saya merasa sangat lemas dan pusing karena banyaknya oknum pengamanan yang menahan saya. Selain saya, ada juga teman-teman yang mendapat ancaman verbal,” katanya.
Menurut Tahad, pihak yang terlibat dalam pengamanan berasal dari petugas keamanan internal BRI Sumatera Utara. Ia menilai tidak ada ruang dialog yang diberikan selama aksi berlangsung.












