“Rektor saat ini tidak layak untuk memimpin UINSU. Masih banyak SDM di UINSU para guru besar yang lebih layak untuk memimpin. Sudah hampir 1 tahun beliau memimpin, tidak ada kemajuan di UINSU, yang ada hanya kasus dan masalah yang membuat citra UINSU tercoreng,” kata koordinator aksi Rizki Agussalim.
Kasus plagiasi Rektor Prof Syahrin, lanjutnya, hingga kini belum jelas bagaimana penyelesaiannya. “Kami ingin kasus plagiasi rektor diusut tuntas, sudah banyak tuntutan mahasiswa dan masyarakat agar hal itu diungkap secara transparan,” ujar Irham Sadani, peserta aksi lainnya.
Diperiksanya para pejabat UINSU terkait kasus jual beli jabatan dan pengaturan proyek oleh Kejatisu dan Polda Sumut, hal itu juga membuktikan memang ada masalah yang sangat krusial di UINSU. Belum lagi persoalan yang terjadi di Kopertis Wilayah IX, dimana pegawainya tidak digaji dan terjadi PHK sepihak.
“Itu semua tanggung jawab rektor. Karenanya kami minta rektor secara jentel mundur dari jabatannya sebagai bentuk tanggung jawab moral. Dan jika tidak bersedia mundur, kami minta Menteri Agama RI untuk memecatnya untuk memulihkan citra dan nama baik UINSU, lanjut Irham.












