Medan, kedannews.com – Aktivis 98 Muhammad Ikhyar Velayati membantah pernyataan Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) yang menyatakan terjadi anomali demokrasi karena suara PDIP di pileg berada di urutan pertama menurut hasil hitung cepat berbagai lembaga tetapi posisi capres-Cawapres Ganjar-Mahfud yang diusungnya berada di posisi ketiga
Menurut Ikhyar hal itu bisa terjadi karena alasan pemilih memilih caleg berbeda dengan alasan memilih capres-cawapres
โPileg dan pilpres itu dua hal yang berbeda. Pemilih capres lebih programatik, memilih karena sosok prabowo-Gibran dianggap mampu membawa perbaikan ekonomi-Politik kearah yang lebih baik serta melanjutkan kebijakan pembangunan Presiden Jokowi yang sudah dirasakan hasilnya, sementara alasan kenapa memilih caleg sebagai wakilnya di DPR bervariasi dan lebih pragmatis, biasanya karena keluarga, teman, popularitas, money politik dan lainnya,” jelas Ikhyar di Medan, Kamis (15/2/2024)
Sebelumnya diberitakan Sekjen DPP PDI perjuangan Hasto Kristiyanto merespon hasil hitung cepat capres-cawapres yang menempatkan Ganjar-Mahfud di posisi buncit tetapi PDIP justru berada di posisi teratas dalam pileg 2024.












