“Bahkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila tersebut adalah hasil dari penggalian karakter dan budaya masyarakat Indonesia. Kemudian, kita patut bertanya, apa gerangan yang terjadi dengan perubahan politik kita sehingga Pancasila tidak layak lagi dijadikan sebagai asas dari seluruh perikehidupan berbangsa dan bernegara, termasuk kehidupan berpolitik? Adakah sesuatu yang berubah dengan sejarah kita? Sejarah kesaktian Pancasila adalah sejarah yang sangat berharga, ” sebut sekretaris komisi 2 DPRD Medan ini.
Itu sebabnya, lanjut Ketua Taruna Merah Putih Kota Medan ini jangan memaknai Hari Kesaktian Pancasila dengan setengah-setengah apalagi dengan setengah hati. Jangan berkata mengerti Pancasila kalau dalam kehidupan sehari-hari masih memandang rendah orang lain.
“Makna penting Pancasila bagi bangsa Indonesia sebagai fondasi ideologis negara yang menekankan pentingnya menjaga persatuan dalam keberagaman dan menghormati hal asasi manusia. Lima sila dalam Pancasila apabila dimaknai secara utuh, maka keberagaman dan perbedaan akan terlihat indah ketika kita menjadikannya sebagai salah satu unsur pemersatu bangsa, ” pungkas nya.












