“Peningkatan penumpang ini dimungkinkan karena hari ini merupakan hari terakhir kegiatan untuk sektor pendidikan, sehingga sebagian masyarakat, terutama pelajar dan mahasiswa, sudah mengambil inisiatif untuk melakukan mudik lebih awal,” jelasnya.
Gelombang pemudik didominasi oleh pekerja dan pelajar yang berdomisili di Kota Medan namun berasal dari sejumlah daerah di Sumatera Utara, seperti Tebing Tinggi, Pematangsiantar, Kisaran, Tanjungbalai, hingga Rantauprapat.
KAI memperkirakan arus keberangkatan pemudik dari Medan akan terus meningkat hingga hari pertama Lebaran pada 21 Maret 2026. Sementara itu, pada hari kedua Lebaran atau 22 Maret 2026, jumlah penumpang yang tiba di Medan diprediksi akan lebih tinggi dibandingkan jumlah keberangkatan.
Hingga saat ini, total tiket yang terjual untuk masa Angkutan Lebaran 2026 di wilayah Divre I Sumut telah mencapai 106.042 tiket dari total 231.448 kapasitas yang disediakan.
Tingginya minat masyarakat juga didorong oleh sejumlah program promo, seperti diskon hingga 30 persen stimulus ekonomi dari pemerintah serta program Ramadan Festive 2026 yang memberikan potongan harga untuk KA Sribilah Utama dan KA Sribilah Fakultatif relasi Medan–Rantauprapat.












