Tokoh masyarakat, pemuda, dan tokoh agama menyebut, kerusuhan ini bukan murni konflik remaja, tapi didalangi pihak berkepentingan, termasuk jaringan bandar narkoba yang ingin menciptakan kekacauan agar bisnis haram berjalan mulus.
“Belawan darurat narkoba, ini bukan rahasia umum. Tawuran ini hanya kamuflase peredaran narkoba,” kata Herianto Laut, Majelis Dewan Pendiri Persaudaraan Masyarakat Belawan Maju, Jumat 11 Juli 2025.
Ia juga menyindir tokoh masyarakat dan elit politik yang hanya hadir saat ada proyek atau momentum politik tertentu, namun abai saat masyarakat butuh peran nyata.
“Yang ada sekarang cuma tokoh tontonan, bukan tokoh panutan. Kalau semua diukur dari materi, jangan heran Belawan terus hancur,” tambah Herianto, dengan nada kesal.
Kritik pedas juga dilontarkan kepada aparat keamanan yang dinilai tak tegas dan terkesan membiarkan situasi makin memburuk, padahal Belawan dikelilingi TNI AL, Lantamal, TNI AD, hingga Polres dan Kejaksaan.
Ketua Umum Anak Belawan Bersatu (ABB), Dedy Satria Ainal, A.Md, menyebut konflik ini bisa saja bentuk tekanan untuk menggusur warga dari wilayah industri strategis.












