Kepada Kepala UPT Dinas Pertanian dan Perikanan yang hadir pada kegiatan itu, Bobby Nasution menegaskan bahwa saat ini Pemko Medan berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan hingga ke tingkat paling mikro.
“OPD di lingkungan Pemko Medan saat ini harus memberikan pelayanan sampai ke tingkat paling mikro, termasuk pelayanan pengurusan TDKP ini,” ucap Bobby Nasution yang saat itu menyayangkan ketidakhadiran Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan dalam kegiatan Rembuk Nelayan ini.
Menanggapi keluhan kelompok istri nelayan yang merupakan pelaku UMKM tentang belum adanya pembinaan dari instansi terkait, Bobby Nasution mengatakan, pada Januari lalu dirinya telah mencanangkan program untuk memberdayakan istri-istri nelayan dan pengemudi betor.
“Program ini berupa pendampingan terhadap para istri pengemudi bentor yang terdampak Covid-19 agar dapat berusaha. Ada pula program untuk istri-istri nelayan bekerja sama dengan BUMN di antaranya PNM, BRI, Telkom untuk memberdayakan UMKM,” ucapnya.
Bobby Nasution mengatakan, program UMKM istri-istri nelayan ini akan dilaunching pada Maret 2022 ini juga.
“Program ini di antara berupa pelatihan untuk mengolah produk, pengemasan atau packaging, promosi, bantuan dana, juga peralatan,” terang Bobby Nasution.












