Pembangunan dengan dua tahun anggaran tersebut, kata Kadis SDSBMBK, disebabkan keterbatasan anggaran karena pandemi Covid-19.
“Tahun anggaran 2020 dan 2021, dengan nilai kontrak Rp11.633.612.700. Pelaksanaan pembangunan dipercayakan kepada PT Sukses Bahtera Indonesia, dalam pelaksanaan 240 hari kalender,” sebut Kadis SDABMBK.
Dijelaskannya, Jembatan Sei Seruai lama merupakan peninggalan masa penjajahan Belanda, yang punya nilai historis bagi masyarakat Biru Biru. Menjadi area perjuangan pada masa agresi perjuangan melawan penjajah tempo dulu.
“Ke depan, kami akan tetap mempertahankan dan merawat jembatan ini, namun dengan mengurangi fungsinya, untuk kendaraan roda dua dan pejalan kaki,” bilangnya.
Untuk memaksimalkan fungsi jembatan, sambung Kadis SDABMBK, untuk mendukung kemudahan pengangkutan orang dan barang, mendukung dunia pariwisata, pertanian dan lainnya, serta untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, pihaknya akan memperlebar badan jalan yang berada persis di ujung jembatan lebih kurang 100 meter.
“Dan saat ini, sudah dalam proses permintaan kesediaan warga terkait pemberian lahan. Laporan kepala desa sudah 100 persen,” tukasnya.












