Masih lanjutnya, pendampingan ini kami lakukan dari hulu ke hilir dan berkolaborasi dengan banyak pihak untuk membangun cluster pangan yang “naik kelas dan mandiri” tentunya dengan bekerjasama dengan pemerintah daerah.
“ Kami melaksanakan program ini secara bertahap sampai tahun 2027, di mana tahun ini fokus terhadap budidaya padi dan mengimplementasikan digital farming. Kemudian dilanjutkan dengan tahap pengembangan padi dan akan diintegrasikan dengan ternak di mana hasil padi yang sudah dipanen untuk pakan ternak dan ternak dapat menghasilkan pupuk organik untuk padi sehingga dapat saling bermanfaat,” papar Doddy.
Dikatakan oleh Doddy, tahap berikut dari program ini adalah menciptakan cluster pertanian yang jauh lebih mandiri dan maju dengan kekuatannya sendiri dengan memperkuat Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dengan koperasi.
“ Semoga lewat upaya ini, kita bisa melahirkan petani yang mandiri dan mampu menyerap perkembangan teknologi serta tentunya dapat kita jalankan dengan maksimal,” pungkasnya.
Gapoktan “Harapan” Desa Pematang Pelintahan, Jumain, menyampaikan kalau di desanya ini mayoritas penduduk adalah petani. Namun belakangan aktivitas bertani mengalami kesulitan akibat kenaikan harga kebutuhan pokok petani, utamanya pupuk.












