“Saya mengapresiasi MPHD Sumut yang melibatkan PKK, ini sebagai bukti kuatnya sinergitas seluruh pihak terkait untuk melindungi kematian ibu dan bayi baru lahir untuk mencegah Lost Generation (Generasi yang hilang) sebagai generasi penerus bangsa,” ujar Nawal Lubis.
Nawal juga berharap penanganan kasus stunting di daerah ini juga masuk dalam program kerja MPHD Sumut. Serta menjadi perhatian pada Lokakarya Pertemuan Revitalisas Kelompok Kerja (Pokja) Percepatan Penurunan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi di Sumut.
”Kasus stunting di provinsi ini masih cukup tinggi, saya berharap agar ini menjadi titipan giat program MHDP Sumut untuk melibatkan pihak berkompeten agar kasus stunting ini bisa menurun,” ujarnya.
Sementara Senior Program MPHD Sumut Apsari Diana mengatakan di Indonesia angka Kematian Ibu (KI) yang melahirkan pertahun berkisar 14.640 orang, sedangkan untuk Bayi Baru Lahir (BBL) meninggal mencapai pertahun 116.172 bayi. “Jadi satu hingga dua jam ada dua kematian ibu, sedangkan untuk bayi baru lahir, setiap jamnya 13-14 yang meninggal,” jelasnya.
Menurut Diana saat ini di Indonesia, Sumut masuk kategori lima besar angka KI dan BBL setelah Provinsi Jawa Barat, Provinsi Jawa Timur, Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi Banten. “Sumut menduduki posisi ke lima KI dan BBL,” katanya.












