Fasilitas Sekolah Terintegrasi
Kepala Sekolah Rakyat Syahripal Syahputra menjelaskan, Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 kini telah beroperasi dalam satu kawasan terpadu. Siswa dari sejumlah lokasi rintisan sebelumnya kemudian dihimpun dalam kompleks pendidikan tersebut.
Fasilitas yang tersedia mencakup jenjang pendidikan SD, SMP hingga SMA. Kawasan sekolah juga dilengkapi sejumlah sarana pendukung untuk menunjang aktivitas pendidikan dan kehidupan siswa selama berada di lingkungan sekolah.
Di antaranya terdapat aula utama dan masjid yang masing-masing memiliki kapasitas 1.080 orang. Selain itu, tersedia pula ruang ibadah khusus bagi siswa Kristiani.
“Terdapat juga asrama terpadu, baik itu asrama terpisah untuk siswa putra, siswa putri, serta asrama tenaga pengajar yang dilengkapi dengan ruang makan bersama. Fasilitas lainnya terdapat juga lapangan olahraga mini soccer berstandar internasional serta fasilitas guesthouse”, Jelasnya.
Dari sisi pembinaan karakter, para siswa juga tengah menjalani program yang tidak hanya berkaitan dengan kegiatan akademik. Setelah menyelesaikan MPLS, mereka mengikuti pembentukan karakter dan kedisiplinan melalui program Bakti Taruna 2026 yang dibina langsung oleh Taruna Akademi Militer (Akmil).
Program tersebut mencakup pembinaan fisik, sikap dan kedisiplinan. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung hingga Jumat (7/8).
Setelah tahapan pembinaan tersebut selesai, sekolah akan memasuki proses matrikulasi. Tahapan ini diperlukan karena Sekolah Rakyat menggunakan sistem multi-entry, sehingga siswa dapat diterima dari berbagai tingkatan kelas.
“Setelah rangkaian kegiatan Bakti Taruna selesai, pihak sekolah akan melanjutkan ke tahap matrikulasi. Mengingat Sekolah Rakyat menerapkan sistem multi-entry (penerimaan siswa dari berbagai tingkatan kelas), asesmen ini penting untuk memetakan level kemampuan siswa sebelum mereka ditempatkan di kelasnya masing-masing”, ujarnya.
Untuk tahun ajaran 2026/2027, Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 menyediakan 18 rombongan belajar untuk jenjang SD, sembilan rombel SMP dan sembilan rombel SMA.
Sebanyak 270 siswa baru tercatat bergabung pada tahun ajaran tersebut. Jumlah itu menambah 200 siswa dari tahun ajaran sebelumnya yang kini telah menyatu dalam kawasan Sekolah Rakyat Terintegrasi 2.
Dengan fasilitas yang semakin lengkap dan pola pembinaan yang terintegrasi, sekolah tersebut diharapkan tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang bagi siswa untuk membangun karakter, mengembangkan kemampuan, serta memiliki keberanian dalam menentukan masa depan.












