Untuk itu, lanjutnya, pada Tahun Anggaran 2022 ini Dinas Perindustrian telah menganggarkan berbagai kegiatan yang diharapkan dapat mengatasi sebagai tantangan tersebut.
“Pada tahun ini, ada 20 pelatihan yang kita anggarkan untuk meningkatkan kompetensi pelaku IKM. Di antaranya, pelatihan olahan pangan, craft, pelatihan olahan sandang berbahan kulit, membatik, dan banyak lagi,” ucapnya.
Parlindungan mengatakan, pelaku IKM yang dibina pada Tahun 2022 ini sebanyak 600 pelaku. Pelaku usaha yang masuk dalam kategori usaha IKM tersebut, terangnya, mempunyai ciri berproduksi dan mempunyai dapur produksi.
“Kalau tidak berproduksi, tidak mengolah bukan industri. Yang kita masukkan ke industri yakni pelaku usaha yang berproduksi, mengolah dari bahan mentah menjadi setengah jadi, atau setengah jadi menjadi jadi,” jelasnya.
Untuk pemasaran produk IKM, Parlindungan mengaku, pihaknnya juga berusaha membangun kolaborasi dengan pihak lain, di antaranya pihak hotel maupun swalayan
“Di samping itu, kita juga mempunyai program Sakasanwira, Satu Kelurahan Satu Sentra Wira Usaha. Pembinaannya IKM kita lakukan berdasarkan kluster usahanya, misalnya olahan makanan sejenis, membatik, songket, dan lainnya,” sebutnya.












