Panen Jagung Nusantara sendiri merupakan kegiatan memperingati Hari Tani Nasional. Kegiatan ini dilakukan serentak secara virtual dari berbagai daerah penghasil jagung di Indonesia. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menghadiri kegiatan ini dari desa sentra jagung nasional Banjarsari, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

Limpo mengatakan Indonesia harus mampu mengekspor jagung karena saat ini masih surplus dan dengan kualitas yang baik. Dia juga berharap tidak ada produksi jagung di bawah 6 ton per Ha karena itu akan sangat merugikan petani.
βKomoditi ini harus kita perlihara, dia bisa mendongkrak perekonomian kita. Jangan ada yang di bawah 6 ton produksinya, kalau ada berarti ada masalah di sana, Bupati, Gubernur lapor saya apa masalahnya, kalau anak buah saya yang main-main kita tindak,β terang Limpo dari desa Banjarsari melalui video teleconference.
Sementara itu, salah satu petani Desa Namoukur, Jasanoto Sembiring saat dialog langsung dengan Gubernur menyampaikan keluh-kesah petani di desanya. Dia dan teman-teman sempat kesulitan bertani karena ketersediaan pupuk yang tidak konsisten. Ada juga permasalahan benih yang kualitasnya tidak merata dan alat sistem pertanian (alsintan) yang kurang jumlahnya.












