Menurut Dedi, pihaknya prihatin karena selama ini sekolah di Sumut diajar guru honor, dan mereka mengeluh soal kesejahteraan yang masih tidak mencukupi. Selain itu, dirinya melihat semakin menurunnya akhlak para remaja, sehingga pelajaran agama ini juga dikhawatirkan menurun. “Karenanya, kita berharap Pemprovsu bergerak cepat, agar masalah kekurangan guru ini segera diatasi,” pungkasnya.
Dia berharap Pemprov Sumut, dapat membantu persoalan ini, juga mengenai kesejahteraan, serta peningkatan kompetensi para guru nantinya. (Cutriri)












