Libatkan Pengurus Ormas
Dalam prarekonstruksi tersebut, polisi menemukan sejumlah fakta penting. Salah satunya, praktik perjudian tersebut diketahui telah berjalan selama sekitar tiga bulan.
Terungkap pula bahwa bandar dan penjaga lokasi direkrut oleh seorang pria berinisial FS, yang diduga menjabat sebagai Ketua PAC ormas setempat. FS disebut mengajarkan cara pengoperasian mesin judi hingga mengatur aktivitas perjudian.
Tak hanya itu, istri FS berinisial EA juga diduga turut terlibat. EA disebut rutin datang ke lokasi untuk mengambil uang hasil perjudian, baik secara tunai maupun non-tunai.
“Omzetnya per hari bisa mencapai ratusan ribu rupiah,” ungkap Calvijn.
Saat ini, polisi masih melakukan pengembangan kasus dan memburu dua orang lainnya, yakni FS dan EA, yang telah masuk dalam daftar pencarian.












