Ia menjelaskan, derasnya arus informasi di era digital menuntut media untuk tetap berpegang pada prinsip-prinsip jurnalistik yang profesional, termasuk melakukan verifikasi fakta secara ketat sebelum sebuah informasi dipublikasikan.
Selain tantangan teknologi, Wong Chun Sen juga menyinggung persoalan tekanan lokal yang kerap dialami media di berbagai daerah, terutama pada momentum politik seperti pemilu. Ia menyebutkan, tidak jarang terdapat tekanan dari kelompok tertentu yang berpotensi mengganggu independensi media dalam menjalankan fungsi kontrol sosial.
Menurutnya, situasi tersebut dapat menghambat jurnalis dalam menjalankan tugas peliputan secara bebas, objektif, dan profesional. Di sisi lain, keterbatasan akses terhadap informasi resmi dari lembaga pemerintah juga sering menjadi kendala bagi media dalam menyajikan pemberitaan yang akurat dan berimbang.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Wong Chun Sen menilai diperlukan kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah daerah dan media. Ia mencontohkan praktik yang dilakukan di Kota Medan, di mana sejumlah jurnalis dilibatkan dalam kegiatan peliputan pemerintahan secara terbuka sehingga informasi yang disampaikan kepada publik dapat lebih jelas dan akurat.












