Sei Rampah, kedannews.com – Polemik terkait penutupan Pekan Lelo yang di relokasi ke Pasar Rakyat Sei Rampah hingga kini masih berlanjut. Masih terdapat puluhan pedagang yang enggan untuk direlokasi.
Hal tersebut disampaikan Kadis Komunikasi dan Informatika Kabupaten Serdang Bedagai (Kominfo Sergai) Drs. H. Akmal AP, M.Si, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp di sela-sela aktivitasnya berbelanja di Pasar Rakyat Sei Rampah Minggu, (20/3/2022).
Ia menyebut bahwa polemik ini kian memanas ditambah dengan beredarnya pernyataan melalui video di media sosial dari Romo Syafi’i yang merupakan Anggota DPR RI dari Partai Gerindra. Dalam video tersebut, Romo Syafii secara serampangan dan sepihak menyebut Satpol-PP dan Bupati Sergai perlu diajari Pancasila akibat kebijakan relokasi terhadap Pekan Lelo.
“Seperti yang sudah berulang kali disampaikan, penertiban Pekan Lelo dan kebijakan relokasi yang diambil oleh Pemkab Sergai sudah didasarkan pada peraturan perundangan-undangan yang berlaku,” ucap Kadis Kominfo.
Akmal menyebut, justru pihak yang berkeras mendukung kegiatan ilegal lah yang lebih pantas untuk diajarkan Pancasila.












