Kerja keras para petani membuahkan hasil, gangguan hama tikus masih dalam batas wajar, jelasnya.
Menurut Sukro, sawahnya seluas 1,5 hektar yang baru di panen ditanami padi jenis “Pak Tiwi 1 “, untuk pemeliharaannya mengeluarkan biaya banyak, ketika panen hasil panennya sebanyak 8,6 ton padi, untung petani lumayan lah, ujarnya.
Sebelumnya saya menanam polowijo tapi tak berhasil karena sawah ini adalah lahan basah jadi sulit di tanami. Beralih padi di sawah yang subur ini, diakuinya, hasilnya bisa dirasakan. Bulan depan sudah mulai tanam padi lagi, mudah mudahan lebih baik lagi”, tutup Sukro.
Penulis : Gusty Indah
Editor : Mery Ismail, S.Sos












