“Apapun namanya, saya melihat ini sebagai penghargaan yang sangat berarti bagi saya. Tentu ini menjadi motivasi untuk terus berbuat dan memberikan yang terbaik,” katanya.
Pada kesempatan itu, Surya Paloh juga mengenang kedekatannya dengan Kota Medan. Meski lahir di Banda Aceh, ia menegaskan bahwa Sumatera Utara memiliki peran besar dalam membentuk karakter serta perjalanan hidupnya hingga saat ini.
“Saya memang lahir di Banda Aceh, tetapi dibesarkan di Medan. Karakter saya dibentuk oleh Sumatera Utara. Apa pun yang ada pada diri saya hari ini merupakan kontribusi besar dari masyarakat Sumatera Utara. Karena itu saya tidak pernah ragu mengatakan bahwa saya adalah orang Medan,” ucapnya yang disambut tepuk tangan para undangan.
Dalam pidatonya, Surya Paloh turut menyoroti potensi besar yang dimiliki Indonesia. Ia menyebut kekayaan sumber daya alam, posisi geografis yang strategis, luas wilayah, hingga jumlah penduduk merupakan modal penting untuk menjadi bangsa yang maju. Namun, menurutnya, potensi tersebut belum sepenuhnya mampu diwujudkan menjadi kesejahteraan masyarakat.
“Kita memiliki hampir semua prasyarat untuk menjadi bangsa besar. Kekayaan alam melimpah, sumber daya mineral yang luar biasa, wilayah yang luas, serta jumlah penduduk terbesar keempat di dunia. Pertanyaannya, mengapa kita belum mampu memaksimalkan seluruh potensi itu untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat?” ujarnya.












