Iskandar menegaskan bahwa konsep Suryapalohisme bukan dimaksudkan sebagai ideologi baru maupun pengganti ideologi negara. Gagasan tersebut, katanya, merupakan kumpulan nilai yang berakar pada semangat restorasi, nasionalisme inklusif, integritas moral, dan idealisme berkeadilan.
Seluruh nilai itu, menurutnya, telah diwujudkan Surya Paloh melalui tindakan nyata selama puluhan tahun berkecimpung di berbagai bidang. Karena itu, ia merasa perlu mendokumentasikan pengalaman tersebut agar dapat menjadi bahan pembelajaran bagi masyarakat dan kader Partai NasDem.
“Saya ingin nilai-nilai dan ajaran yang saya rasakan selama mendampingi Bapak Surya Paloh tidak berhenti pada diri saya, tetapi terdokumentasi dengan baik sehingga dapat dipahami dan dijalankan oleh generasi penerus serta seluruh kader Partai NasDem,” ujarnya.
Meski demikian, Iskandar mengakui bahwa gagasan dalam buku tersebut masih membutuhkan penyempurnaan melalui kajian akademik dan diskusi bersama kalangan intelektual.
“Konsep Suryapalohisme yang saya tuliskan dalam buku ini belum sepenuhnya sempurna dan masih perlu diuji melalui forum intelektual. Karena itu, pada bulan mendatang saya berencana menggelar bedah buku dengan menghadirkan para tokoh intelektual untuk mengkaji, mengkritisi, sekaligus menyempurnakan gagasan Suryapalohisme,” ucapnya.












