βMasing-masing kecamatan memiliki data stunting yang untuk mengatasi hal tersebut perlu peningkatan kerjasama dan komitmen semua pemangku kebijakan. Selain itu diperlukan pelaksana program yang lebih kompak lagi dalam menangani stunting di seluruh kecamatan,β ujarnya lagi.
Ia mengambil contoh di Kecamatan Bandar Khalipah yang mana guna menurunkan angka stunting dilaksanakan perbaikan gizi di masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Perbaikan gizi ini, tambahnya, antara lain dengan kegiatan sosialisasi ASI-Eksklusif, pendidikan gizi untuk ibu hamil, pemberian tablet tambah darah (ttd) untuk ibu hamil, pemberian ttd untuk remaja putri melalui sekolah-sekolah yang ada di wilayah Puskesmas Bandar Khalipah, inisiasi menyusui dini (IMD), Pemberian Makan pada Bayi dan Anak (PMBA), pemberian pemberian makanan tambahan lokal balita dan Ibu hamil untuk, konseling calon pengantin di KUA dan lain lain.
Dia menegaskan, stunting penting dicegah karena dapat mengancam pertumbuhan anak yang tidak dapat optimal karena dampak stunting dapat menghambat prestasi anak dan kesejahteraan masyarakat di masa depan. Kurangnya ketersediaan akses air minum yang aman dan sanitasi yang layak merupakan kunci untuk mencegah paparan yang menjadi penyebab terjadi diare, kecacingan dan lain-lain, yakinnya.












