“Maka dari itu TPID Kabupaten Sergai agar selalu membuat langkah-langkah tepat, cepat, dan akurat untuk mengendalikan inflasi serta menjaga sinergi, komitmen, dan koordinasi lintas OPD. Hal tersebut dibutuhkan agar stabilitas harga bisa terkontrol,” ujarnya.
Sedangkan Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi yang menjadi keynote speaker dalam kegiatan ini mengatakan jika Provinsi Sumut mengalami inflasi sebesar 5,65 persen per Juli 2022. Menurutnya, ada beberapa faktor penyebab hal ini, salah satunya disebabkan oleh adanya praktik tengkulak.
“ Seharusnya badan usaha milik daerah (BUMD) yang menampung hasil panen petani agar meminimalisir permainan harga oleh tengkulak. Harusnya panen ditampung oleh BUMD biar tidak ada tengkulak lagi, butuh kerjasama semua pihak,” ucap Gubsu.
Di kesempatan serupa, Deputi Gubernur BI Juda Agung menerangkan BI bersama TPID Sumut dan pemangku kepentingan lainnya mengambil beberapa langkah dalam mengendalikan inflasi di Sumut.
Ia berpendapat, ini sebagai bagian dari upaya menjaga momentum pemulihan ekonomi dan pengendalian inflasi melalui sinergi dan kolaborasi berbagai pihak di tingkat nasional maupun tingkat daerah.












