“Dari sisi supply telah dilakukan perluasan klaster komoditas hortikultura cabai merah dan bawang merah demi menjaga ketersediaan pangan. Kedua, pelaksanaan kerjasama antar daerah (KAD) untuk pemenuhan surplus/defisit pangan di Sumut. Singkatnya, ini seperti pertukaran komoditas antar daerah di Sumut untuk saling melengkapi kekurangan dan kelebihan produksi pangan,” ucap Juda Agung.
Kemudian ia melanjutkan, BI juga menyalurkan 77.000 bibit cabai merah kepada kelompok Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan pesantren untuk meningkatkan produksi.
Terakhir, sebutnya, pemaksimalan pemanfaatan digital farming melalui program sosial BI yang bekerjasama dengan kelompok tani dan kelompok usaha bersama.
“Sinergi pemerintah dengan berbagai lembaga dan pemerintah daerah tersebut menjadi langkah penting dalam menjaga momentum keterjangkauan harga, ketersedian pasokan dan kelancaran distribusi,” tandasnya.
Hadir pula dalam kegiatan ini para Asisten, Staf Ahli, Kepala OPD dan perwakilan OPD terkait.
Penulis: Aris
Editor: Cut Riri












