Mansursyah menambahkan, selain pemilahan sampah, penempatan bank sampah pada setiap kelurahan dan di pasar-pasar juga penting guna lebih menyortir sampah yang akan masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
“Jika bank sampah secara masif dilaksanakan saya yakin sampah akan lebih banyak dapat dikurangi dan didaurulang, dan dampak positifnya adalah sampah yang awalnya musuh menjadi emas yang memiliki nilai ekonomis,” ucapnya seraya mengapresiasi kegiatan ini karena dapat menjadi salah satu pembelajaran agar dapat memberikan sosialisasi bagi masyarakat. sosialisasi bagi masyarakat
Sebelumnya, Kabag Administrasi Pembangunan Setda Kota Medan, Ilyan Chandra Simbolon, melaporkan FGD ini berlangsung selama dua hari, mulai dari 2 sampai dengan 3 Agustus. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan rekomendasi upaya mengubah pola pikir masyarakat agar dapat memiliha sampah rumah tangga dan memahami potensi nilai ekonomi sampah.
Peserta dalam kegiatan ini adalah pimpinan OPD di lingkungan Pemko Medan, Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Kecamatan se-Kota Medan, dan perwakilan PD Pasar. Sedangkan narasumber dalam FGD ini yakni Abdul Latif Wahid Nasution dari Kepul dan akademisi USU Dr. Fikarwin.












