Dalam kesempatan yang sama, Pemko Medan juga memaparkan tingkat hunian rusun yang telah ada, dengan tingkat keterisian berkisar antara 50 hingga 85 persen. Mayoritas penghuni merupakan nelayan yang bermukim di wilayah utara Kota Medan.
Namun demikian, pemerintah mengakui masih terdapat masyarakat yang enggan menempati rusun karena mempertimbangkan jarak lokasi yang dinilai kurang dekat dengan laut sebagai sumber mata pencaharian mereka.
Ke depan, Pemko Medan mengusulkan agar segmentasi penghuni rusun diperluas, tidak hanya bagi nelayan, tetapi juga mencakup tenaga pendidik, tenaga kesehatan, serta masyarakat yang terdampak bencana banjir.
Pemko Medan menegaskan akan terus memperkuat koordinasi dengan kementerian dan seluruh perangkat daerah terkait. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh persyaratan dapat dipenuhi secepatnya, sehingga rencana pembangunan rusun di Seruwai dapat segera ditetapkan dan masuk ke tahap pelaksanaan.












