Puskesmas Didorong Lebih Preventif
Selain persoalan sinkronisasi regulasi, DPRD Medan juga ingin mendorong perubahan pendekatan pelayanan kesehatan, khususnya di tingkat puskesmas.
Pelayanan kesehatan diharapkan tidak hanya berfokus pada penanganan warga ketika sudah sakit atau bersifat kuratif. Upaya promotif dan preventif dinilai perlu diperkuat untuk mencegah masyarakat jatuh sakit dan mengurangi beban pelayanan rumah sakit.
Bahrumsyah juga menyoroti besarnya anggaran yang dialokasikan pemerintah untuk menjamin pelayanan kesehatan masyarakat Kota Medan.
βHari ini kita lihat, semakin banyak penjaminan kesehatan yang kita jamin seluruh warga Kota Medan, sesungguhnya uang yang kita keluarkan hampir Rp300 miliar itu tidak berbanding lurus dengan angka sehat masyarakat, bahkan rumah sakit semakin penuh,β katanya.
Ia menilai peningkatan pembiayaan jaminan kesehatan idealnya berjalan beriringan dengan peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Dengan demikian, upaya pencegahan di tingkat masyarakat dan fasilitas kesehatan primer diharapkan dapat semakin diperkuat.
Perhatian juga diberikan terhadap kelompok lanjut usia. Bahrumsyah berpandangan, pemenuhan kebutuhan lansia tidak cukup hanya melalui bantuan sosial, tetapi perlu mencakup aspek kesehatan dan kecukupan gizi.












