Scroll untuk baca artikel
MEMPROSES ADSENSE...

Dukung Kedan News

Dukung Kedan News

Klik gambar untuk mengetahui cara mendukung Kedan News.

Sosial

Pernyataan “Tak Perlu Baca Tahiyyat Saat Sholat” Picu Kontroversi di Medan

×

Pernyataan “Tak Perlu Baca Tahiyyat Saat Sholat” Picu Kontroversi di Medan

Sebarkan artikel ini

Tokoh Agama Pertanyakan Dasar Ajaran dan Minta Klarifikasi, Sebut Berpotensi Menyimpang dari Hadits Nabi

Tokoh agama DR. Irham Khalid Tanjung memberikan tanggapan atas pernyataan kontroversial terkait bacaan tahiyyat di Kota Medan, Selasa (5/5/2026). (kedannews.co.id/Foto: Ist)

Dukung Kedan News

Dukung Kedan News

Klik gambar untuk mengetahui cara mendukung Kedan News.

Selain itu, Tanjung juga meminta agar rekaman yang disebut-sebut Galih dapat ditunjukkan secara terbuka sebagai bentuk pertanggungjawaban atas pernyataan tersebut. Ia menilai, klaim tanpa bukti berpotensi menyesatkan masyarakat.

“Kalau memang ada, mana rekamannya tunjukkan. Jangan hanya pandai bicara tanpa memberi fakta,” tegasnya.

MEMPROSES ADSENSE...

Dalam penjelasannya, Tanjung merujuk pada hadits riwayat Imam Bukhari yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW memerintahkan umatnya membaca attahiyyat dalam sholat hingga sholawat. Menurutnya, meninggalkan bacaan tersebut bertentangan dengan ajaran yang telah disepakati dalam mazhab fiqih, khususnya Mazhab Syafi’i.

Ia juga menilai bahwa pernyataan tersebut berpotensi membingungkan masyarakat, terutama bagi mereka yang sedang belajar agama. “Apa dasar seorang Galih menyatakan hal itu? Ada tidak rujukannya berlandaskan Al-Qur’an dan hadits,” ujarnya.

Lebih lanjut, Tanjung menjelaskan bahwa kata “tahiyyat” berasal dari bahasa Arab at-tahiyyaat, yang merupakan bentuk jamak dari kata tahiyyah, yang berarti penghormatan atau pengagungan. Ia menilai penafsiran yang disampaikan Galih tidak sesuai dengan pemahaman umum dalam kajian keislaman.

Cek Kesehatan Gratis Pemko Medan
Cek Kesehatan Gratis Pemko Medan