Menurut Afandin, sekolah demokrasi suatu hal yang biasa, tapi pihaknya ingin memberitahu dan mengulas kembali ke belakang dari orde lama ke orde baru, mahasiswa melakukan demo mempertaruhkan nyawa demi masyarakat, namun demo itu tetap dan mutlak dilakukan.
“Saya harap dengan terselenggaranya kegiatan sekolah demokrasi ini memberikan pembelajaran dan sosialisasi masyarakat untuk lebih bijak memilih perwakilannya sebagai kepala daerah, maupun anggota legislatif lainnya. Jangan sampai hanya karena sebatas uang, menghilangkan nilai demokrasi masyarakat,” sebutnya.
“Harapan kita bersama Pemilu di Kabupaten Langkat nantinya menjadi salah satu pelaksanaan Pemilu yang terbaik di Indonesia, baik dari sisi penyelenggaraan maupun hak suara yang digunakan,” tambahnya berharap.
Turut Hadir Ketua STKIP Al Maksum Stabat Dr muhammad Sadri, Komisioner Bawaslu Langkat Riyono SPd, Kadis Kominfo H Syahmadi SSos MSP, Kabag Prokopim Mahardhika Sastra Nasution SSTP MAP, Kakan Kesbang Pol Faisal Badawi SSos, Plt Kasat Pol PP Dameka Putra Singarimbun SSTP, dan sejumlah organisasi masyarakat lainnya.












