Ia meluruskan persepsi bahwa Polri mendapat tugas baru sebagai pelaksana pertanian. Menurutnya, peran utama kepolisian adalah penggerak, fasilitator, dan penghubung berbagai sumber daya yang dibutuhkan masyarakat.
“Polri bukan mengambil alih peran petani ataupun penyuluh pertanian. Tugas kami membantu mempercepat koordinasi, memangkas hambatan birokrasi, serta menghubungkan kebutuhan masyarakat dengan pihak yang punya kewenangan dan sumber daya,” jelasnya.
Dalam program ini, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Riau memberikan dukungan benih, pupuk, serta pendampingan teknis. Kelompok tani bertanggung jawab mengelola lahan dan merawat tanaman. Sementara personel Bhabinkamtibmas membantu penguatan koordinasi di lapangan dan memastikan proses berjalan baik.
Kegiatan ini juga bagian dukungan terhadap program swasembada jagung yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Program itu diarahkan meningkatkan produksi dalam negeri untuk kebutuhan industri pakan ternak dan mengurangi ketergantungan impor.
Menurut Kombes Boy Jeckson, hasil panen menunjukkan pentingnya manajemen pertanian yang baik, disiplin SOP budidaya, serta pendampingan tenaga ahli sejak awal tanam.












