“Panen hari ini jadi pengingat setiap pekerjaan yang dipersiapkan baik, dikerjakan sungguh-sungguh, dan dijalankan sesuai prosedur akan menghasilkan hasil yang baik pula,” katanya.
Ia menjelaskan lahan itu dipersiapkan khusus sejak awal, mulai pengolahan lahan, pemilihan benih, pemberian pupuk, hingga pendampingan teknis tenaga ahli pertanian. Selama ini produktivitas jagung di Riau masih 0,5-1 ton per hektare. Dengan manajemen budidaya lebih baik, ditargetkan naik menjadi 4-6 ton per hektare.
Kombes Boy Jeckson menegaskan Polda Riau akan terus mendukung ketahanan pangan melalui penguatan kemitraan dengan pemerintah daerah, penyuluh pertanian, kelompok tani, dan pemangku kepentingan lain.
“Bagi Polri, menjaga ketahanan pangan bagian dari menjaga stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat. Ketika sektor pangan kuat, kesejahteraan meningkat dan stabilitas daerah terjaga,” tutupnya.












