“Pada periode arus mudik tahun ini diprediksi akan ada peningkatan sebesar 27 persen pada GT Exit Amplas, dan peningkatan sebesar 21,8 persen di GT Entrance Amplas,” ujarnya.
Secara keseluruhan, kendaraan yang masuk ke Tol Belmera selama periode Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 1.756.568 kendaraan atau naik 4,93 persen. Sementara kendaraan yang keluar dari ruas tol tersebut diprediksi mencapai 1.738.646 kendaraan, meningkat sekitar 0,41 persen.
Menghadapi potensi lonjakan kendaraan tersebut, Jasa Marga menyiapkan sejumlah langkah antisipasi untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas. Upaya yang dilakukan antara lain menambah gardu tol operasional untuk mempercepat transaksi, menyediakan perangkat mobile reader, serta menambah titik pengisian ulang saldo uang elektronik.
Selain itu, petugas juga disiagakan di sejumlah titik yang berpotensi terjadi gangguan keamanan dan kepadatan kendaraan. Pengelola jalan tol juga memastikan sistem pemantauan lalu lintas, termasuk perangkat Closed Circuit Television, berfungsi secara optimal.
Pihak pengelola tol mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik untuk mempersiapkan diri dengan baik. Pengendara diminta memastikan kendaraan dalam kondisi prima, menyiapkan bahan bakar dan saldo uang elektronik yang cukup, serta mematuhi rambu lalu lintas dan arahan petugas selama perjalanan.












