Yang kedua, lanjutnya mengenai metode,perhitungan kerugian keuangan negara. Baik metode perhitungan perekonomian keuangan negara, yang terjadi pada kejadian secara detail dan yang ketiga, bukti audit. Tiga hal tersebut merupakan concern terbesar kami agar kami tidak gagal mengambil peran kami dalam membantu penyidik menangani kasus tipikor.
Sementara Hengky Purwoto selaku dosen di UGM memberikan motivasi bahwa penegakan terhadap kejahatan ekonomi ini adalah upaya yang harus terus menerus dilakukan secara sinergitas. “Pihak dari kampus saya kira terutama ekonomi mempunyai alat yang cukup lengkap untuk membantu meyakinkan dalam sesi persidangan, harapannya adalah bahwa kejahatan ekonomi ini merugikan masyarakat secara umum baik pada generasi kita maupun generasi di masa depan anak cucu kita, maka untuk menghentikan kejatahan ekonomi yang kita harus bekerja sama sekuat-kuatnya,” tandasnya.
Pada sesi tanya jawab, Kajari Padang Lawas Teuku Herizal, SH,MH, Kajari Pematang Siantar Jurist Pricisely, SH,MH, Jaksa dari Bidang Pidsus Sri Afdhilla dan mahaiswa Fakultas Hukum USU Muhammad Dafi Tanjung menyampaikan pertanyaan terkait topik yang dibawakan para narasumber dan dijawab oleh narasumber secara bergantian. Setelah acara seminar berakhir, acara dilanjutkan dengan pemberian piagam penghargaan kepada narasumner dan cenderamata kepada pesert. Serta diakhiri dengan foto bersama.












