Untuk biaya produksi sampai panen, petani harus merogoh kocek yang tidak sedikit. Per hektar biaya yang harus dicari berkisar 12,5 juta.
Salah seorang petani, Raseli boru Sihaloho, mengatakan hal yang sama.
“Sudah dua kali tanam kami gagal panen, bayangkan pak, satu hektar cuma dapat 700 kilogram padi, mana harga cuma Rp 4800, pupuk mahal, tumpur habislah kami pak,” sebutnya sambil menahan tangis.
Terpisah, Kepala Desa Aras, Muhammad Yusuf, mengatakan, mayoritas petani yang ada di desanya mengalami gagal panen.
“Hanya 8 goni dapat hasil panen dengan lahan 25 rante (1 ha), modal bajak sawah saja tidak pulang, apalagi pupuk dan racun, kasian nasib para petani,” katanya.
Para petani sangat mengharapkan perhatian Pemerintah Kabupaten Batu Bara, melalui Dinas Pertanian. Karena untuk modal tanam padi di MT akan datang sudah habis.
Penulis : Sholeh Pelka
Editor: Sholeh Pelka
Simak Video: Keunikan Keterkaitan Organisasi dan Manajemen












