Menurutnya, masyarakat Melayu harus mampu melakukan terobosan agar budaya Melayu dapat “go internasional” atau setidaknya melekat kuat di tengah masyarakat Indonesia, khususnya di Sumatera Utara.
Dalam kesempatan itu, Rico Waas turut didampingi Kepala Bapenda Kota Medan M. Agha Novrian serta Kepala Bagian Sosial Setda Kota Medan Agus Maryono. Sementara dari panitia hadir Ketua Panitia Dr. Milhan, Ketua Steering Committee Dr. H. Sakhyan Asmara, MSP, serta sejumlah tokoh seperti Prof. Ilmi Abdullah, Assoc Prof. Dr. Yanhar Jamaluddin, Dr. Cici Wardayani, dan Ade Dermawan.
Rico Waas juga mendorong agar berbagai kegiatan berbasis budaya Melayu terus digalakkan, mulai dari pertunjukan seni, musik, sastra, hingga pengembangan arsitektur dan kuliner khas Melayu.
Ia bahkan menyoroti pentingnya penataan Istana Maimoon sebagai ikon kebanggaan masyarakat Melayu di Tanah Deli agar menjadi destinasi wisata yang bersih, tertib, dan berdaya tarik tinggi.












