Menanggapi hal itu, humas rutan mempertanyakan bukti atas dugaan yang disebutkan dalam percakapan tersebut.
“Buktinya ada pak?” tulis humas rutan.
Wartawan lalu menjelaskan bahwa media memiliki rekaman suara percakapan dan melakukan konfirmasi demi memenuhi asas keberimbangan pemberitaan.
“Rekaman suara itu pak. Makanya kami konfirmasi ke orang bapak agar berimbang pak,” jawab wartawan.
Pihak humas kemudian menegaskan bahwa nama yang disebut dalam percakapan tersebut tidak dikenal di lingkungan rumah tahanan.
“Bukti yg dia blg lho pak, jgn cuma omongan aja. Semua bisa berbahasa bgini, tp bukti tidak ada. Nama Sulaiman dan Gogo tdk ada. Terimakasih infonya ya pak, semoga kta bisa berkawan,” tulis humas rutan.
Menanggapi balasan itu, wartawan menyampaikan pentingnya keterbukaan komunikasi antara media dan lembaga pemasyarakatan dalam menyampaikan informasi kepada publik.
“Kalau berkawan ya semuanya kita kawani pak. Bukalah pintu akses komunikasi yang baik dan seluas-luasnya pak,” balas wartawan.












