Kemudian, Suku Karo (laki-laki: tanda-tanda dan bulang-bulang, perempuan: uis gara), Tapanuli Selatan (laki-laki: ulos dan ampu, perempuan: baju kurung), Batak Toba (laki-laki: ulos selempang dan bulung-bulung detat, perempuan: kebaya dengan selempang ulos), Simalungun (laki-laki:ulos dan gatong, perempuan: baju kebaya/bulong), Dairi/Pak-Pak (laki-laki: merapi-api, perempuan: merapi-api), Nias (laki-laki: baru oholu, perempuan : oraba si oli).

Selain 8 etnis yang ada di Kota Medan tersebut, pakaian dinas harian khas daerah juga ditambah dengan 3 etnis pendatang lainnya yakni Jawa (laki-laki: baju jawi jangkep, perempuan: kebaya), Padang/Minangkabau (laki-laki: penghulu, perempuan: bundo kanduang) serta Aceh (laki-laki: linto daro, perempuan: daro baro). Dengan demikian ada 11 pakaian adat yang ditetapkan Bobby Nasution untuk dikenakan seluruh ASN dan P3K di lingkungan Pemko Medan.
Tidak hanya menginstruksikan, Bobby Nasution langsung mengenakan pakaian pakaian adat di Jumat pertama pemberlakuannya. Menantu Presiden Joko Widodo itu memilih mengenakan pakaian adat Melayu yang merupakan suku asli Kota Medan lengkap dengan tengkuluknya (penutup kepala). “Semua etnis dan keberagaman kebudayaan yang ada merupakan jati diri dan kekuatan bagi Kota Medan,” kata Bobby Nasution baru-baru ini.












