“Kalau ada sampai terjadi macam macam Pak Gubernur, saya minta tolong segera ditindak tegas menurut hukum, ” kata Mendag.
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengatakan stok di Sumut seharusnya surplus. Produksi minyak goreng setahun sebanyak 230 ribu ton, namun kebutubannya hanya 180 ribu ton.
“Harusnya dia lebih (surplus) 50 ribu ton per tahun,” kata Edy.
Edy akan menindaklanjuti permintaan Mendag dengan segera mengumpulkan seluruh pihak terkait. Sehingga masyarakat akan segera merasakan harga minyak goreng yang seperti biasa. “Tadi pagi saya monitor, minyak sudah turun ke pasar dan kita mulai bisa mengurai ini. Sehingga masyarakat kita bisa merdeka lagi menikmati minyak goreng murah, ” kata Edy.
Sementara itu, kedatangan Mendag Muhammad Lutfi bersama Gubernur Edy Rahmayadi di Pusat Pasar mendapat sambutan antusias dari para pedagang. Suasana pasar pun mendadak ramai. Serbari menyapa para pedagang, Mendag bersama Gubernur pun menanyakan kepada beberapa pedagang tentang minyak goreng.
Di salah satu agen minyak, Mendag menemukan harga minyak goreng curah Rp 12.800/kg, menurut Mendag, seharusnya harga minyak goreng curah Rp 12.500. Namun Mendag menduga, hal itu terjadi lantaran distribusi yang belum normal.












