
“Langkah ketersediaan energi tersebut sedang kami jajaki untuk berkolaborasi dengan PT PLN (Persero),” pungkas Dilo.
Saat ini PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) sebagai perusahaan yang ditunjuk sebagai holding BUMN industry pertambangan sedang melakukan beberapa aksi korporasi strategis.
Proyek tersebut antara lain Proyek Upgrading Teknologi Tungku Reduksi, Optimalisasi Smelter Kuala Tanjung, Pembangunan Smelter Grade Alumina Refinery di Mempawah, dan Pembangunan Aluminium Remelt IAA. Proyek strategis tersebut diharapkan bisa membuat INALUM mampu memenuhi kebutuhan pasar aluminium yang masih memiliki potensi besar di Indonesia dan Regional.
Selain itu, INALUM juga melakukan berbagai langkah kolaborasi dengan perusahaan BUMN lain seperti PLN dalam rangka menciptakan ketersediaan energi.
Sebagaimana diketahui, PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) INALUM adalah BUMN Holding Industri Pertambangan yang melaksanakan Fungsi Holding dan Fungsi Operating yang didirikan pada 6 Januari 1976.
Nama Perusahaan berubah dari PT Indonesia Asahan Aluminium menjadi PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) pada tahun 2014 atau biasa disebut INALUM. Menjadi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada tanggal 19 Desember 2013, berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 26 Tahun 2014 tentang Penetapan PT Indonesia Asahan Aluminium sebagai Perusahaan Perseroan (Persero).












