Scroll untuk baca artikel
MEMPROSES ADSENSE...

Dukung Kedan News

Dukung Kedan News

Klik gambar untuk mengetahui cara mendukung Kedan News.

Hukum

Wanita 59 Tahun Ditemukan Kritis di Perkebunan Simalungun, Polisi Temukan Botol Racun Rumput

×

Wanita 59 Tahun Ditemukan Kritis di Perkebunan Simalungun, Polisi Temukan Botol Racun Rumput

Sebarkan artikel ini

Seorang pedagang ditemukan dalam kondisi kritis di areal PTPN IV Kebun Bangun, Simalungun. Korban meninggal setelah sempat dibawa ke puskesmas, sementara polisi masih mendalami penyebab kematian dan menunggu hasil toksikologi.

Petugas melakukan penanganan dan pemeriksaan di lokasi penemuan seorang wanita 59 tahun di areal Perkebunan PTPN IV Kebun Bangun, Nagori Nusa Harapan, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, setelah korban ditemukan dalam kondisi kritis, Selasa (8/9/2026). (kedannews.co.id/Foto: Ist).

Dukung Kedan News

Dukung Kedan News

Klik gambar untuk mengetahui cara mendukung Kedan News.

Polisi Temukan Sejumlah Barang di Lokasi

Setelah menerima informasi, Kapolsek Gunung Malela AKP Hengky B. Siahaan bersama Kanit Reskrim IPDA Roy F.D. Rumapea dan Kanit Intel IPDA Andre Siregar mendatangi lokasi kejadian.

Polisi kemudian berkoordinasi dengan Satreskrim dan Tim Identifikasi atau Inafis Polres Simalungun untuk melakukan olah tempat kejadian perkara.

MEMPROSES ADSENSE...

Dari pemeriksaan awal di lokasi, petugas menemukan sejumlah barang, yakni satu tas samping berisi uang dan balsem, satu bilah parang, satu keranjang belanjaan serta satu botol racun rumput merek Gramoxone.

Petugas juga menemukan bekas muntahan di sekitar lokasi korban ditemukan.

“Jarak antara mulut korban dengan cairan yang ditemukan sekitar 15 sentimeter,” kata AKP Verry Purba.

Pemeriksaan Medis dan Toksikologi

Untuk mengetahui penyebab kematian, jenazah Tiorna kemudian dibawa ke RSUD dr. Djasamen Saragih Kota Pematangsiantar guna menjalani pemeriksaan visum luar dan dalam.

Hasil pemeriksaan medis menemukan adanya cairan di dalam lambung korban. Menurut keterangan kepolisian, cairan tersebut memiliki kemiripan warna dan aroma dengan cairan yang ditemukan di lokasi.

Selain itu, pemeriksaan menemukan kerusakan dan perdarahan pada organ paru-paru. Polisi menyatakan tidak menemukan tanda-tanda kekerasan lain pada tubuh korban.

Pihak rumah sakit selanjutnya mengambil sampel cairan tubuh korban untuk menjalani pemeriksaan laboratorium atau toksikologi.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan medis sementara, penyebab kematian diduga kuat akibat mati lemas atau asfiksia yang disebabkan oleh intoksikasi atau keracunan,” ungkap AKP Verry Purba.

Kendati demikian, kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan toksikologi untuk memperkuat kesimpulan mengenai zat yang menyebabkan kematian korban.