Sekarang ini pun dampaknya di Ladang Baru yang terdekat TPA Sampah, Air, Pertumbuhan sawit banyak yang mati, Padi pun berkurang hasilnya, dan harga tanah warga sekitar TPA Sampah tak ada harganya, kesal Suriawan.
Hal senada juga dikatakan oleh Yatiman ( 53 ) Warga Dusun Ladang Baru, Desa Pasar Lapan bahwa saat ini air kran dikamar mandi mereka sudah mulai terkontaminasi oleh resapan air dari TPA Sampah yang tidak jauh dari rumahnya, udara mulai berbau dan banyak lalat didaerah pemukiman warga.
” Air keran dari sumur mesin pompa kami mulai belumut, udara nya bau menyengat, dan banyak lalat yang hinggap dirumah dan sekitar lingkungan warga, kami minta apapun ceritanya TPA Sampah di Desa kami harus pindah,” pinta Yatiman dengan tegas.
Untuk menyerap aspirasi warga dan untuk menjaga hal – hal yang sifatnya bisa memperkeruh suasana, maka Warga sekitar yang terdampak oleh TPA Sampah di Desanya membentuk suatu kelompok masyarakat yang tergabung didalam satu wadah masyarakat yang diberi nama, Kelompok Masyarakat Peduli Desa Pasar 8 (KMPDP8).
KMPDP8 ini dibentuk sejak setahun yang lalu untuk menyuarakan aspirasi warga Desa Pasar Lapan yang terdampak pencemaran Oleh TPA Sampah. Saat ini mereka sudah mendirikan Posko yang dibiayai dari swadaya masyarakat untuk tempat berkumpul dan menyuarakan aspirasi mereka.












