Tapi lanjut Sahrial, di Sei Rotan ini ada pangkalan yang tiap hari masuk truck warna merah membongkar elpiji, seperti di Gang Mandor Jono milik berinisial NN dan di tepi pasar Jalan Medan Batang Kuis berinisial SY.
Namun, waktu didatangi warga untuk membeli elpiji, mereka malah mengaku tak jual eceran. “dan Anehnya, dari gudang pangkalan eplpiji itu malah keluar tabung-tabung berukuran 12 Kg dan 50 Kg, padahal truck pembawa elpiji non subsidi tak pernah masuk ke pangkalan tersebut,” jelas Sahrial.
Terkait hal itu, ketika dikonfirmasi Suyatmi (SY) melalui seluler mengaku kalau pihaknya juga kesulitan mendapatkan elpiji subsidi. “Kalau kelangkaan epiji bukan cuma di sini sampai di Kota Medan dan kota-kota lainnya,” jelas Suyatmi
Tapi, lanjut Suyatmi, warga di sini tak ada yang mengeluh masih bisa terpenuhi kebutuhan elpiji mereka. “Warga di sini tak ada yang mengeluh bang, cobalah datang kemari,” jelasnya.
Sementara, ketika disambangi pangkalan NN, langkah wartawan terhenti, sebelum memasuk Gg. Mandor Jono, salahsatu warga bercelana panjang warna coklat dan berjaket gelap, memanggil wartawan.












