“Bang kamu wartawan ya, saya sering lihat kamu di lapangan,” bilang salah seorang yang kemudian menunjukkan identitasnya namun namanya minta tak ditulis di media online ini.
“Betul bang,” jawab wartawan sekenanya. Begini, lanjut pria bercelana coklat dan berjaket hitam itu. “Kurasa kita sama-sama investigasi kelangkaan elpiji inikan,” bilangnya membuka diri.
Melihat kondisi warga hari ini, sangat prihatin, mereka susah mendapatkan elpiji 3 Kg. “Namun bagi pengusaha-pengusaha hitam itu mereka tak peduli, malah mereka lancar-lancar saja “oplos” elpiji subsidi,” ungkapnya.
“Abang pun pasti taulah, kalau pangkalan milik NN ini, diduga kuat melakukan pengoplosan cuma mungkin photo dan rekam video pengoplosan saja yang tak bisa kalian dapatkan untuk jadi bukti karena memang gudangnya di kunci rapat. Iyakan,” ungkapnya memastikan pangkalan NN.
Begini, lanjut pria itu, banyak gudang atau pangkalan di Sumut ini yang terbilang “raksasa-raksasa” diduga oplos elpiji, namun tak tersentuh hukum, “Jangankan penegak hukum makhluk halus pun sudah takut kepada mereka,” bilangnya bernada bergurau namun memastikan sinyalemen kalau para pegoplos bekingnya kuat.












