Disebutnya, NN itu ‘upetinya’ cukup bagus, dia bukan pemain berondok-berondok. “Banyak oknum perwira di lingkungan Polda Sumut diduga kuat menikmati duit NN,” cetusnya.
“Kalau di Sei Belutu itukan ‘pemain’ lama, tapi kabarnya sudah pensiun jadi pemain karena tersandung kasus dugaan penipuan. Tapi kabarnya masih main diatasnamakan familinya dan pindah ke daerah Amplas,” ungkapnya.
Yang di Komplek Industri Medan (KIM), itu milik oknum OKP juga masih beroperasi dan kabarnya ini, diduga dibekingi oknum di dua institiusi yakni Polda dan Tentara. “Kalau ini skala mainnya untuk daerah belawan dialah jonggolnya,” ulasnya.
Parahnya lagi, terang pria itu, ada dua pangkalan yang diduga mengoplos milik oknum polisi bertugas di Ditreskrimsus Polda berpangkat brigadir berinisial RZ, “Lokasinya beralamat di Gg. Harapan Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang,” terangnya.
Sedangkan yang di jalan veteran Marelan, gudang berkedok pangkalan yang juga milik oknum polisi berpangkat brigadir adalah RJ juga diduga kuat melakukan pengoplosan. “Mereka ini semua anak main dari oknum perwira-perwira di Polda Sumut,” jelasnya.












