MEDAN, kedannews.co.id – Prosesi wisuda ratusan mahasiswa di sebuah hotel di Kota Medan berlangsung khidmat dan penuh haru. Toga dikenakan, ijazah diserahkan, dan senyum keluarga mengiringi langkah para lulusan yang resmi menuntaskan pendidikan tinggi mereka.
Namun, dibalik suasana seremoni tersebut, sejumlah pesan penting mengemuka. Tidak hanya soal kelulusan akademik, tetapi juga tanggung jawab moral, adab terhadap ilmu, serta tantangan kualitas lulusan yang dihadapi perguruan tinggi ke depan.
Hal itu mengemuka dalam Wisuda 305 Wisudawan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Raudhatul Akmal Angkatan XI dan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Ar-Raudhah Angkatan VII di bawah naungan Yayasan Perguruan Raudhatul Akmal (YPRA), yang digelar di Hotel Madani, Medan, Sabtu (24/1/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Deli Serdang, Lom Lom Suwondo SS, mengingatkan bahwa wisuda bukan sekadar seremoni akademik, melainkan tonggak penting dalam perjalanan hidup para lulusan yang sarat makna dan pengorbanan.
“Ilmu tidak lahir dari ruang kosong melainkan tumbuh dari adab, penghormatan kepada guru, dan kerendahan hati. Sebesar apa pun ilmu seseorang, akan kehilangan keberkahannya jika melupakan jasa pendidik,” ujar Lom Lom Suwondo dalam pidatonya.












