Ia juga menegaskan bahwa dalam menuntut ilmu terdapat dua hal mendasar yang tidak boleh dilupakan, yakni Allah SWT sebagai sumber segala ilmu serta para guru dan dosen yang telah menyalakan pelita pengetahuan bagi para mahasiswa.
Menurutnya, pendidikan memang tidak selalu menjamin kesuksesan materi, namun berperan besar dalam membentuk karakter, memperluas cara berpikir, serta menumbuhkan kemampuan beradaptasi dan berinovasi di tengah masyarakat.
“Keberhasilan sejati tidak hanya diukur dari jabatan atau harta, tetapi dari seberapa besar ilmu mampu memberi manfaat bagi sesama,” tegasnya.
Selain itu, lembaga pendidikan juga disebut sebagai pilar penting pembangunan daerah karena menjadi sumber lahirnya sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing.
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Kopertais Wilayah IX Sumatera Utara, Dr Syawaluddin Nasution MAg, menekankan pentingnya menghormati kedua orang tua, membiasakan bersyukur, menjaga adab di atas ilmu, serta menjaga nama baik almamater di mana pun berada.
Ia juga mengungkapkan hasil asesmen Kementerian Agama tahun 2025 yang menunjukkan sekitar 58 persen alumni perguruan tinggi agama Islam belum fasih membaca Al-Qur’an, khususnya dalam aspek tajwid dan makhraj huruf. Kondisi tersebut menjadi tantangan bersama agar lulusan terus meningkatkan kompetensi keilmuan dan keagamaannya.












