Realisasi pendapatan daerah ini, terang Zulkarnain, akumulasi dari kontribusi PAD sebesar Rp. 1,95 triliun lebih dan pendapatan transfer Rp. 2,7 triliun lebih. Ini berarti realisasi pendapatan daerah masih lebih besar disumbangkan oleh pendapatan daerah yang bersumber dari dana transfer baik pusat maupun provinsi.
βTentunya untuk dua bulan terakhir menutup 2023 ini, pengelolaan APBD, baik dari sisi pendapatan maupun belanja daerah, harus lebih dioptimalkan, guna mendukung tercapainya sasaran dan target pembangunan kota yang telah ditetapkan dalam tahun ini,β ujarnya seraya menambahkan, dua tahun terakhir ini dengan terencana Pemko mendorong percepatan dan pemerataan pembangunan melalui skala prioritas sehingga secara merata masyarakat dapat merasakan hasil dan manfaat belanja daerah yang diserap.
Zulkarnain mengungkapkan, realisasi pendapatan daerah, baik yang bersumber dari PAD maupun Dana Transfer Pusat maupun Provinsi, harus dioptimalkan.
Diharapkan, sampai akhir tahun ini Dana Transfer Pusat maupun Provinsi dapat direalisasikan 100 persen, sebab target yang ditetapkan dalam APBD sudah sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan dan juga keputusan Gubernur tentang Alokasi Dana Transfer Baik dari Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Provinsi.












