βTarget pendapatan transfer tercatat Rp3,4 triliun lebih, sedangkan realisasinya saat ini mencapai Rp. 2,7 triliun lebih atau 79,1 persen. Artinya, 20 persen lagi diharapkan dapat direalisasikan dalam tahun anggaran berjalan,β sebutnya.
Optimalisasi realisasi pendapatan daerah, sebut Zulkarnain, mendukung optimalisasi realisasi belanja daerah. Oleh karena itu, pengelolaan belanja daerah harus berdasarkan prinsip efisiensi, efektivitas, dan manfaat langsung yang dapat dinikmati oleh masyarakat secara lebih merata.
Dia menyampaikan, realisasi belanja pegawai sampai dengan Oktober hanya 33,6 persen dari total realisasi belanja daerah. Ini menunjukkan sebagian besar realisasi belanja daerah dialokasikan pada prioritas pembangunan kota. βIni berpengaruh pada perekonomian daerah, baik itu menyumbang kepada pertumbuhan ekonomi daerah, penciptaan lapangan kerja baru, dan peningkatan pendapatan masyarakat, sehingga secara langsung juga dapat menurunkan angka pengangguran maupun kemiskinan.β
Dia menambahkan, dari target belanja modal Rp2,3 triliun lebih, sampai Oktober ini sebesar 41,1 persen sudah dapat direalisasikan. Dia mengatakan, realisasi belanja daerah dalam dua bulan ke depan cenderung didominasi oleh belanja modal, sedangkan untuk belanja pegawai relatif cukup terbatas. Diharapkan pengelolaan APBD Kota Tahun Anggaran tetap sehat sampai dengan akhir tahun anggaran dan manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat dan semakin merata.












