“Tapi keempat orang yang mengaku dari BPN tersebut berpakaian biasa tidak pakai seragam namun mereka hanya sebentar langsung pergi,” ucap Syahrul sembari menegaskan saat keberadaan orang yang mengaku dari BPN tersebut tidak ada hadir pihak kelurahan yang hadir saat pengukuran.
Masih pada pertemuan tersebut, Syahrul pun menerangkan bahwa lokasi tersebut adalah milik ahli waris dan bukan termasuk lahan konsensi. Saat itu beberapa orang yang mengaku dari BPN tersebut langsung pergi dimana mereka sempat foto-foto diatas lahan milik ahli waris Djafar Sidik.
Sementara mengenai penembokan diatas tanah ahli waris, menurut penuturan Kepling I yang akrab dipanggil Black, mengatakan telah dua kali ia bertemu dengan beberapa orang dari ormas kepemudaan diatas lahan tersebut.
“Mereka itu mengatakan bahwa atas suruhan dari pertani. Sedangkan dari pihak BPN yang dimaksud oleh Syahrul selaku penjaga lahan, Black mengaku pernah bertemu namun keempatnya berada diluar halaman.
Pada pertemuan tersebut, pihak ahli waris tampak kecewa dengan sikap Suhendra yang langsung keluar dari ruangan setelah mendapatkan panggilan telephon seluler miliknya, padahal pertemuan belum selesai.












