Selain itu, Kasman juga meminta agar rincian penggunaan anggaran yang tercantum dalam Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) dapat diakses secara terbuka oleh masyarakat sebagai bentuk akuntabilitas.
“Transparansi adalah kunci. Karena menggunakan uang rakyat, maka masyarakat berhak mengetahui peruntukan anggaran secara detail. Kami mendukung, namun pengawasan tetap harus maksimal,” katanya.
Ia berharap Ramadan Fair tahun ini tidak hanya menjadi agenda hiburan, tetapi juga mampu menjadi momentum kebangkitan ekonomi lokal dan penguatan nilai keislaman di Kota Medan.
Menurutnya, jika dikelola dengan baik, Ramadan Fair berpotensi menjadi ikon ekonomi syariah sekaligus wisata religi daerah. “Kualitas pelaksanaan harus sebanding dengan besarnya anggaran yang digelontorkan,” pungkasnya.












