“Dia jawabnya kadang berbeda, karena psikisnya terganggu,” ujarnya.
Bahkan lebih parahnya, anak yang berinisial AS itu sempat hendak mengakhiri hidup karena perbuatan cabul yang diterimanya.
“Sempat juga anak tersebut ingin bunuh diri, karena sudah depresi,” katanya.
Ia berharap, kepada seluruh aparat penegak hukum agar memperhatikan kasus tentang pencabulan anak, dimana semakin tahun semakin bertambah korbannya.
“Kalau bisa para predator anak ini, di kebiri ataupun dihukum pancung. Sekarang anak mereka, besok bisa saja anak kita yang menjadi korban. Maka saya berharap agar ada efek jera bagi pelaku,” pungkasnya.
Kini SS meringkuk di sel tahanan Polres Asahan, tersangkan bakal terancam hukuman diatas 15 tahun penjara. (Plk)






